Aku mengenalnya sebagai seorang dokter non-praktek, dan guru besar tekun. Ia lulusan univeritas terkemuka tak jauh dari jantung metropolis New York, Amerika Serikat. Orang-orang memanggilnya pakar hebat, pimpinan fakultas, dan cendekia muslim. Tapi yang kulihat saat ini, ia lebih sering duduk sendiri di serambi pesantren—diaaam, memandangi anak-anak mengaji, seolah sedang membaca sesuatu yang tak terlihat […]