Bermula dari kisah gemilang keberhasilan Pemilu Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Hukum Unhas di-awal Tahun 2024, bisa jadi “takaran” mengawali Pemilu Raya BEM Unhas mendatang.
Pemilu Kema Fakultas Hukum tersebut untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
Pemilihan ini dilaksanakan secara e-voting di mana mahasiswa Fakultas Hukum Unhas yang termasuk dalam DPT memilih melalui akunnya di Law Information System (LIS) Fakultas Hukum Unhas. Sistem ini sangat akurat dikarenakan PPU telah memvalidasi dengan ketat mahasiswa yang memenuhi syarat yang dapat mengakses akunnya masing-masing dan hasil perolehan suara dapat diketahui secara real time melalui LIS. Pemilihan berlangsung pada Jumat (19/1) dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00.
Selanjutnya Ketua PPU membacakan BAP Suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM serta Perolehan suara Pemilihan Anggota DPM. Persentase suara yang masuk sebanyak 78,89 % dari 1990 Daftar Pemilih Tetap Kema FH Unhas.
Refleksi E-voting
E-voting di tingkat universitas semakin populer, khususnya karena:
Efisiensi & akurasi
Kemudahan akses bagi pemilih,
Rekapitulasi real-time,
Integrasi dengan sistem akademik (KTM, SSO).
Tentunya tetap waspada terhadap keamanan, verifikasi identitas yang ketat, dan pengawasan independen agar terpercaya.
Beberapa perguruan tinggi memilih menggunakan E-voting
Universitas Riau (UNRI)
UNRI sukses menggelar Pemilihan Presiden Mahasiswa (BEM) tahun 2024 dengan sistem e-voting. Prosesnya memanfaatkan verifikasi melalui KTM yang terintegrasi dengan sistem Satu Unri, dan dilakukan secara elektronik untuk menjamin transparansi dan akurasi penghitungan suara.Universitas Riau – UNRI Berdampak
Universitas Bengkulu (UNIB)
Ribuan mahasiswa UNIB memilih Presiden & Wakil Presiden Mahasiswa (Presma–Wapresma BEM) secara onlinemelalui situs pemira.unib.ac.id, dengan login menggunakan nama dan password portal akademik. Tersedia juga TPS online di kampus untuk membantu mahasiswa yang memilih di lokasi kampus. Hasilnya direkap dan dipantau melalui posko KPU BEM UNIB.UNIVERSITAS BENGKULU+1
Universitas Negeri Malang (UM)
Tahun 2019, UM mengimplementasikan e-voting untuk Pemira BEM Universitas. Sistem ini dipandu oleh Pusat TIK dan diawasi oleh wakil rektor serta panitia pemilihan, dengan tetap menjaga prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.um.ac.id
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Pada tahun 2019, UMM menjadi universitas pertama di kampusnya yang menggunakan metode e-vote dalam Pemira BEM Universitas. Akses dilakukan via NIM dan Personal Identification Code (PIC), dengan harapan meningkatkan efektifitas dan akurasi perhitungan.https://umm.ac.
Universitas Negeri Padang (UNP) – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
Pada Pemilu BEM FIP UNP tahun 2025, e-voting digunakan khusus di kampus cabang (misalnya Bukit Tinggi dan Sawahlunto), sebagai solusi kendala jarak antar lokasi.ganto.co
Universitas Esa Unggul – FIKES (Fakultas Ilmu Kesehatan)
Sejak sekitar tahun 2017, FIKES Universitas Esa Unggul telah menerapkan E-voting dalam pemilihan Ketua BEM dan DPMF. Prosedurnya melibatkan verifikasi DPT melalui KTM & KRS, penggunaan token, dan voting di bilik suara digital.
Universitas Diponegoro (UNDIP)
UNDIP telah menggunakan sistem e-voting dalam Pemira BEM Universitas.
Pemungutan suara dilakukan melalui SSO UNDIP (Single Sign On).
Contohnya, Pemilihan Umum Raya (Pemira) Ketua dan Wakil Ketua BEM UNDIP 2024 dilaksanakan via SSO pada 13–15 Desember 2023, meskipun sempat terganggu oleh migrasi server sehingga jadwal sempat berubah manunggal.undip.ac.id.
Untuk mengantisipasi kendala server saat pemungutan suara serentak lewat SSO, panitia membagi jadwal tiap fakultas selama beberapa hari (hingga 6 hari pemilihan) agar sistem tidak down gemakeadilan.com.
Universitas Gadjah Mada (UGM)
UGM juga telah menerapkan sistem pemungutan suara daring (e-voting) untuk Pemilwa (Pemilihan Umum Mahasiswa).
Pada tahun 2020, UGM menggelar Pemilwa secara daring melalui SIMASTER—sistem informasi akademik terintegrasi. Mahasiswa login melalui SIMASTER dan memilih kandidat secara online Universitas Gadjah Mada.
UGM telah menerapkan e-voting pada tingkat universitas, memanfaatkan platform SIMASTER, terutama untuk pelaksanaan Pemilwa 2020.
Universitas Indonesia (UI)
Berdasarkan laporan dari Economica dan Komite Pengawas (KP) Pemira IKM UI, UI memang telah mengimplementasikan sistem E-voting untuk pemilihan BEM Universitas (Pemira UI), sejak tahun 2023.
Pemungutan suara dilakukan secara online lewat e-vote yang diakses melalui SSO UI.
Pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa atau dikenal Pemira Universitas Indonesia (2025) telah menetapkan pemimpin terpilih.
Pemira menetapkan Agus Setiawan sebagai Ketua BEM dan Bintang Maranatha Utama sebagai Wakil Ketua BEM.
“Agus Setiawan dan Bintang Maranatha Utama yang memperoleh suara 5116 suara resmi ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2025 terpilih.
***
Kini tersisa menunggu “political will” pembina kemahasiswaan dan “political commitment” Rektor terpilih mengikhlaskan adanya BEM UNHAS.
Wallahu a’lam bishawaf ( والله أعلمُ بالـصـواب )