SUATU pagi yang cerah di kota makassar, seluruh kehidupan dan hiruk pikuknya dari kepengatan di balik terik matahari, satu ruang di mana ruang publik bergeser ke ruang intelektual. Yah, sekilas membaca buku 98-99 yang berwarna merah yang ditulis oleh seorang Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan di kampus merah Universitas Hasanuddin, beliau adalah kanda Amran Razak. Laman-laman […]